"Sesungguhnya orang-orang yg beriman itu adalah mereka yg apabila disebut Allah gementarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kpd mereka ayat-ayatNya, bertambahlah iman mereka kerananya dan kepada Tuhanlah mereka bertawakkal."(AlAnfaal: 2)

I made this widget at MyFlashFetish.com.

Jom ingat Asma Allah


Halwa Telinga

Sabarlah Hati...  

Posted by: aini-mawaddah

Bismillah..segala puji bgi Allah yg tlh memberi sekali ksempatan utk berkarya di blog ini...agk kcewa dgn perkhidmatan broadband yg agk slow sjak 2 menjak ni..so bnyk karya tergendala..hehe...sdg asyik menelaah di library, ku melihat Pc yg tersergam d sebelah menarik minat utk berkongsi cerita di sini..bukan menarik pn tpi sekadar perkongsian kat cni..blog dijadikan teman utk berkongsi idea..

Hari ini hari kdua ramadhan..sguh risau dgn level ibadah ..adakah sudah mencapai tahap yg ptut dcapai?...atau stil berada di level dlu...sungguh risau dan gundah gulana...risau sekiranya Ramadhan kali ini berlalu dgn bgitu shaja..Astaghfirullah...

Tips utk pengurusan mase:
1. Ikhlas krn Allah n buat jdual
2. Utamakan yg lbih pnting dri yg penting
3. Jangan bertangguh tangguh
4.setiap kerja buat dgn yg terbaik
5. jgn lupa skarang di bulan Ramadhan
6. bwe al quran ke mane saje anda berada.

Bila ku didatangi malam

Gelora perasaan mencengkam dijiwa

Masihkah ada lagi

Dayaku menghindar dari kealpaan

Diterjah berbagai persoalan

Dihujani airmata penyesalan

Bisakah terhapus semua

Segala dosa-noda yang bertakhta

Terangi jalan hidupku

Dengan cahaya kasih Mu P

impinlah daku dengan hidayah Mu

Tuhanku...

Di malam syahdu ku merayu

Ampunilah segala dosaku yang lalu

Sujud ku mendambakan keredhaan Mu

Tempatkan daku di dalam rahmat Mu Tuhanku...

Usah Kau biarkan diri ku Hanyut terleka,

di jiwa dunia membelenggu

Dan aku sesungguhnya pasrah pada Mu

Hidup matiku hanyalah untuk Mu

Ya Allah tunjukkan jalan kebenaran

Suburkan jiwa ku dengan keimanan

Hanya pada Mu Oh Tuhan

Ku sandarkan harapan

(BISIKAN MALAM . UNIC)

jom jom baca buku.... karya amru khalid best  

Posted by: aini-mawaddah

Bismillah...di keheningan petang ini, alang2 kelas cclm dibatalkan, di kesibukan stadi utk menjelang mid sem yg tak sampai 2 mgu lgi , ku mengisi mase utk berblog sebentar..Penat membaca PNS yg amt memeningkan, kat cni nk promote buku2 yg best..memang best kawan2...boleh menitiskan air mata jka betul2 menghayatinya...dek kerana kekangan mase, buku2 ini blum hbis dibaca. Tapi alhamdulillah, setakat ini still berusaha utk memanfaatkan buku ini...bnyak karya Amru khalid yg berada di pasaran..tapi buku2 kat bawah ini yg ana miliki sepanjang belajar kat cni...Kawan2, sebagai persiapan menyambut Ramadhan yg akan bermula esok, marilah kite same2 memperbnyak bacaan kite..bukan sekadar buku2 yg utk exam, tpi juga buku2 yg boleh melunakkan hati kita..yg boleh melembutkan hati kita..dek krana busy study, jom kite curi mase 10 minit sehari pn cukuplah sebagai makanan rohani kita.Btul tak?hehe..kalau nk pinjam pn boleh..amatlah dialukan ea...
Buku penyejuk jiwa..teman di waktu petang...


satu lgi pesanan, kalau kt sni ade talk ke tazkirah ke...curi2 lah mase utk join pogram ini ye kawan2..bnyak rahmat dan barokah utk pogram2 seperti ini..lgi2 kita pelajar pharmacy yg memang kurang pendedahan ttg ilmu agama ini..tak salah sekiranya spend mase sket..lpas hbs pogram kite sambung study lgi....

Bile nk habes bace buku2 ni? Notes pn tak hbs bace..aini2

Akhir kalam,,,,selamat menyambut Ramadhan..same Ramadhan, but different outcome...jom kite mamaximizekan pluang keemasan di bulan Ramadhan ini...InsyaAllah..:)..Kepada teman2 dan rakan yg mengenali diri ini, di sini ana ingin memohon kemaafan dari antunna semua...maaf ea segala salah dan silap spnjang perkenalan kite..jaga diri jaga iman..:)



SELAMAT MENYAMBUT RAMADHAN
AHLAN WASAHLAN YA RAMADHAN
Kami semua menantikan kehadiran mu...

RamadHan yg dinantikan  

Posted by: aini-mawaddah


Ku mengharapkan Ramadhan
Kali ini penuh makna
Agar dapat kulalui
Dengan sempurna

Selangkah demi selangkah
Setahun sudah pun berlalu
Masa yang pantas berlalu
Hingga tak terasa ku berada
Di bulan Ramadhan semula

Puasa satu amalan
Sebagaimana yang diperintahNya
Moga dapat ku lenturkan
Nafsu yang selalu membelenggu diri
Tiada henti-henti

Tak ingin ku biarkan Ramadhan berlalu saja
Tuhan pimpinlah daku yang lemah
Mengharungi segalanya dengan sabar
Kita memohon pada Tuhan diberikan kekuatan
Ku merayu pada Tuhan diterima amalan

Selangkah demi selangkah...
Dengan rahmatMu oh Tuhanku...
Ku tempuh jua

p/s: jom nyanyi sama2 dengan sepenuh jiwa!


jom jawab teka teki......  

Posted by: aini-mawaddah

Soalan-soalan yg confirm boleh dijawab....

Soalan 1 :Siapakah Juara Akademi Fantasia musim pertama?
Soalan 2 : Siapakah artis perempuan Hollywood yang menyanyikan lagu "Beautiful Liar"?
Soalan 3 : Siapakah RAJA SMS MALAYSIA ?
Soalan 4 : Berikan satu judul lagu terbaru Anuar Zain?
Soalan 5 : Siapakah hos untuk rancangan Melodi terbitan TV3?
Soalan 6 : Apakah nama kumpulan RAP yang terdiri dari 3 orang adik beradik yang terkenal di Malaysia ?
Soalan 7: Siapakah yang menyanyikan lagu "Gemilang"?
Soalan 8 : Siapakah nama isteri Beckham?
Soalan 9 : Siapakah nama laki Siti Nurhaliza?
Soalan 10 : Siapakah penyanyi lagu "Aduh Saleha"?

DAPAT BERAPA MARKAH? x/10

Bagaimana pula dengan soalan di bawah ini....
Berapa banyak pula, saya dan kawan-kawan boleh jawab?
Semakin jauh kita dari landasan yang sepatutnya.. .........
Ya Allah bantulah hambaMu yang lemah ini.

Soal 1: Surah manakah yang jumlah kalimatnya sama dengan seluruh jumlah surah Al-Qur'an?
Jawab: Surah at-Takwir.
Soal 2: Surah manakah yang dikenal dengan sebutan "jantung" Al-Qur'an?
Jawab: Surah Yasin.
Soal 3: Surah manakah yang dikenal dengan silsilah nasab Allah SWT?
Jawab: Surah al-Ikhlash.
Soal 4: Berapakah jumlah surah Al-Qur'an yang memiliki ayat sajdah wajib?
Jawab: Empat surah (as-Sajdah, Fushshilat, an-Najm dan al-'Alaq)
Soal 5: Surah manakah yang dikenal sebagai surah Imam Husain as?
Jawab: Surah al-Fajr.
Soal 6: Surah manakah yang memiliki nama yang sama dengan salah satu nama sungai di Iran ?
Jawab: Surah an-Nur.
Soal 7: Berapa surah yang dimulai dengan ungkapan alhamdulillâh?
Jawab: Lima surah (al-Fatihah, al-An'am, al-Kahfi, Saba ' dan Fathir).
Soal 8: Surah Al-Qur'an manakah yang memiliki sepuluh nama?
Jawab: Surah al-Fatihah.
Soal 9: Siapakah orang pertama yang menulis ilmu Tajwid?
Jawab: Abu 'Ubaid Qasim bin Salam.
Soal 10: Siapakah orang pertama yang telah menerjemahkan Al-Qur'an ke dalam bahasa Persia pada masa Rasulullah saw?
Jawab: Salman al-Farisi.
Soal 11: Siapakah orang pertama yang meletakkan titik di dalam Al-Qur'an?
Jawab: Abul Aswad ad-Du`ali.
Soal 12: Dalam ayat manakah kalimat Allah diulangi sebanyak enam kali?
Jawab: Surah al-Baqarah ayat 283.
Soal 13: Di dalam ayat manakah tata cara berwudhu dijelaskan?
Jawab: Surah al-Maidah ayat 6.
Soal 14: Di dalam surah manakah shalat lima waktu disebutkan?
Jawab: Surah al-Isra' ayat 78.
Soal 15: Di dalam surah manakah masalah wilayah disebutkan?
Jawab: Surah an-Nisa'.
Soal 16: Surah manakah berakhiran dengan huruf ra'?
Jawab: Surah al-Kautsar.
Soal 17: Surah manakah yang berhubungan dengan Imam Ali as?
Jawab: Surah al-'Adiyat.
Soal 18: Dalam kurun waktu berapa tahunkah surah-surah Madaniah diturunkan?
Jawab: Sepuluh tahun.
Soal 19: Siapakah dua figur wanita di dalam Al-Qur'an yang telah banyak mendapatkan sanjungan Ilahi?
Jawab: Siti Maryam dan Siti Asiyah, istri Fir'aun.
Soal 20: Surah Al-Qur'an manakah yang memiliki arti "wanita yang teruji"?
Jawab: Surah al-Mumtahanah.
Soal 22: Siapakah dua orang wanita yang telah dicela oleh Al-Qur'an?
Jawab: Istri Nabi Luth as dan istri Nabi Nuh as.
Soal 23: Siapakah wanita yang telah mendapatkan julukan "ath-Thayibah" (wanita yang berbudi baik) di dalam Al-Qur'an?
Jawab: Siti Maryam.
Soal 24: Surah apakah yang terakhir diturunkan kepada Rasulullah saw?
Jawab: Surah al-Maidah ayat 3.
Soal 25: Berapa huruf, kalimat dan ayat yang dimiliki oleh ayat terakhir Al-Qur'an?
Jawab: 79 huruf, 20 kalimat dan 6 ayat.
Soal 26: Surah manakah yang terakhir diturunkan di Madinah?
Jawab: Surah al-Maidah.
Soal 27: Surah manakah yang diturunkan terakhir secara keseluruhan?
Jawab: Surah al-Ikhlash
Soal 28: Surah manakah yang terakhir diturunkan di Makkah?
Jawab: Surah ar-Rum.
Soal 29: Di surah manakah terdapat ayat hijab?
Jawab: Surah an-Nur ayat 31.
Soal 30: Ayat alhamdulillâh Robbil-'âlamîn disebutkan dalam berapa surah?
Jawab: Enam Surah (al-Fatihah, ash-Shafaat, al-Mukmin, az-Zumar, Yunus dan al-An'am)
Soal 31: Di dalam surah manakah disebutkan lima macam makanan?
Jawab: Surah al-Baqarah ayat 61.
Soal 32: Di dalam surah apakah Allah membicarakan mengenai diri-Nya?
Jawab: Surah al-Baqarah ayat 186.
Soal 33: Dalam berapa ayat Al-Qur'an Rasulullah saw disebutkan?
Jawab: Dalam 305 ayat.
Soal 34: Di dalam ayat manakah nama kelima nabi 'Ulul Azmi disebutkan?
Jawab: Surah al-Ahzab ayat 7.
Soal 35: Berapakah jumlah surah Al-Qur'an yang memiliki nama para nabi as?
Jawab: 6 surah (Muhammas, Ibrahim, Nuh, Hud, Yunus dan Yusuf).
Soal 36: Di dalam Al-Qur'an berapakah nabi yang disebut sebagai suri teladan yang baik?
Jawab: Dua nabi, yaitu Nabi Ibrahim as dan Nabi Muhammad saw.
Soal 37: Surah-surah apakah yang dinisbatkan kepada Rasulullah saw?
Jawab: Surah Thaha, Yasin, al-Muzzammil dan al-Muddatstsir.
Soal 38: Terdapat di dalam surah manakah Kisah Nabi Sulaiman dan Ratu Belqis?
Jawab: Surah Saba '.
Soal 39: Surah apakah yang pertama kali diturunkan?
Jawab: Surah al-'Alaq.
Soal 40: Berapakah ayat dan kalimat yang dimiliki oleh surah Al-Qur'an yang pertama kali diturunkan?
Jawab: 7 ayat dan 29 kalimat.
Soal 41: Surah manakah yang pertama kali diterjemahkan ke dalam bahasa Persia ?
Jawab: Surah al-Fatihah.
Soal 42: Surah apakah yang pertama kali turun di Madinah?
Jawab: Surah al-Muthaffifin.
Soal 43: Terdapat di dalam manakah doa pertama Al-Qur'an?
Jawab: Surah al-Baqarah ayat 126.
Soal 44: Ayat apakah yang dibaca oleh kepala terpenggal Imam Husain as di kota Syam?
Jawab: Surah al-Kahfi ayat 9.
Soal 45: Berapa surahkah di dalam Al-Qur'an yang memiliki ayat sajdah?
Jawab: 4 surah..
Soal 46: Berapakah kalikah nama Rasulullah saw disebutkan di dalam Al-Qur'an?
Jawab: 5 kali; 1 kali Ahmad dan 4 kali Muhammad.
Soal 47: Nama nabi manakah yang lebih sering disebutkan di dalam Al-Qur'an?
Jawab: Nabi Musa as.
Soal 48: Kisah Al-Qur'an manakah yang mendapatkan julukan Ahsan al-Qashsash (Kisah Terbaik)?
Jawab: Kisah Nabi Yusuf as.
Soal 49: Terdapat di dalam surah manakah kisah Isra' dan Mi'raj Rasulullah saw?
Jawab: Surah al-Isra'
Soal 50: Siapakah satu-satunya wanita yang disebutkan namanya di dalam Al-Qur'an?
Jawab: Siti Maryam.
Soal 51: Surah manakah yang kaum wanita disarankan untuk banyak membacanya?
Jawab: Surah an-Nur.
Soal 53: Surah manakah yang turun berkenaan dengan Sayidah Fatimah az-Zahra as?
Jawab: Surah al-Kautsar.
Soal 54: Nama surah manakah yang berarti "kaum wanita"?
Jawab: Surah an-Nisa'.
Soal 55: Berapakah jumlah surah Al-Qur'an yang memiliki nama binatang?
Jawab: 5 surah, yaitu an-Nahl, al-'Ankabut, an-Naml, al-Baqarah dan al-Fil.
Soal 56: Burung apakah yang telah memusnahkan pasukan Abrahah?
Jawab: Burung Ababil.
Soal 57: Binatang apakah yang telah membinasakan Raja Namrud?
Jawab: Nyamuk.
Soal 58: Binatang apakah yang pernah mendapatkan wahyu?
Jawab: Lebah (an-Nahl ayat 68).
Soal 59: Siapakah orang-orang yang telah mengumpulkan Al-Qur'an pada zaman Rasulullah saw?
Jawab: Imam Ali as, Mu'adz bin Jabal, Zaid bin Tsabit, Ubai bin Ka'b dan Abu Zaid Zaid bin Nu'man.
Soal 60: Siapakah orang pertama yang mengarang tafsir Al-Qur'an?
Jawab: Sa'id bin Jubair.
Soal 61: Siapakah orang pertama yang mengumpulkan Al-Qur'an?
Jawab: Imam Ali as.
Soal 62: Apakah minuman terbaik yang disebutkan oleh Al-Qur'an?
Jawab: Air susu.
Soal 63: Apakah binatang terkecil yang disebutkan di dalam Al-Qur'an?
Jawab: Nyamuk.
Soal 64: Apakah malam terbaik menurut pandangan Al-Qur'an?
Jawab: Malam Lailatul Qadr.
Soal 65: Apakah cara terbaik untuk membaca Al-Qur'an?
Jawab: Tartil.
Soal 66: Apakah kitab-kitab samawi yang diturunkan pada bulan Ramadhan?
Jawab: Al-Qur'an, Injil, Taurat, Zabur dan Shuhuf.
Soal 67: Buku apakah yang dikenal dengan sebutan Ukhtul Qur'an (Saudari Al-Qur'an)?
Jawab: Ash-Shahîfah as-Sajjâdiyah.
Soal 68: Siapakah di antara imam ma'shum as yang memiliki suara yang indah ketika membaca Al-Qur'an?
Jawab: Imam as-Sajjad as.
Soal 69: Surah apakah yang dikenal dengan sebutan "Jantung Al-Qur'an"?
Jawab: Surah Yasin.
Soal 70: Terletak di dalam surah apakah ayat Al-Qur'an yang paling pendek?
Jawab: Surah ar-Rahman, yaitu ayat yang berbunyi mudhâmmatân.
Soal 71: Apakah bulan yang terbaik menurut Al-Qur'an?
Jawab: Bulan Ramadhan.
Soal 72: Apakah ayat yang terpanjang di dalam Al-Qur'an?
Jawab: Surah al-Baqarah ayat 282.
Soal 73: Terdapat di dalam surah manakan angka terbesar yang disebutkan di dalam Al-Qur'an?
Jawab: Angka 1000 di dalam surah ash-Shaffat ayat 137.
Soal 74: Kitab apakah yang dikenal dengan sebutan Akhul Qur'an (Saudara Al-Qur'an)?
Jawab: Nahjul Balaghah
Soal 75: Berapakah kitab samawi yang disebutkan di dalam Al-Qur'an?
Jawab: 6 kitab samawi, yaitu Injil, Taurat, Zabur, Shuhuf Ibrahim, Shuhuf Musa dan Al-Qur'an.
Soal 76: Apakah huruf yang lebih sering digunakan di dalam Al-Qur'an?
Jawab: Huruf alif.
Soal 77: Apakah huruf yang lebih jarang digunakan di dalam Al-Qur'an?
Jawab: Huruf zha'.
Soal 78: Apakah kalmat Al-Qur'an yang terpanjang dan terdapat dalam surah apa?
Jawab: Fa`asqoinâkumû h yang terdapat di dalam surah al-Hijr.
Soal 79: Berapakah jumlah huruf yang dimiliki oleh surah Al-Qur'an yang terpanjang?
Jawab: 25.500 huruf.
Soal 80: Berapakah jumlah huruf yang dimiliki oleh surah Al-Qur'an yang terpendek?
Jawab: 42 huruf.
Soal 81: Di manakah surah pertama Al-Qur'an diturunkan?
Jawab: Di Makkah.
Soal 82: Terletak di manakah ayat pertama yang memiliki sujud wajib?
Jawab: Surah as-Sajdah.
Soal 83: Apakah surah pertama yang dimulai dengan kata "qul"?
Jawab: Surah al-Ikhlash..
Soal 84: Apakah ayat pertama yang akan dibaca oleh Imam Mahdi as ketika beliau muncul kembali?
Jawab: Surah Hud ayat 86.
Soal 85: Surah apakah yang dkenal dengan sebutan Raihânatul Qur'an?
Jawab: Surah Yasin.
Soal 86: Surah manakah yang dinisbatkan kepada para malaikat?
Jawab: Surah Fathir.
Soal 87: Dalam kurun waktu berapa tahunkah surah-surah Makiyah diturunkan?
Jawab: 13 tahun.
Soal 88: Apakah hiasan Al-Qur'an?
Jawab: Suara yang indah.
Soal 89: Apakah musim semi Al-Qur'an?
Jawab: Bulan Ramadhan.
Soal 90: Apakah zikir terbaik?
Jawab: Membaca Al-Qur'an.
Soal 91: Ayat apakah yang diulangi sebanyak sepuluh kali di dalam surah al-Mursalat?
Jawab: Ayat wailun(y) yaumaidzin lil mukadzdzibîn.
Soal 92: Terletak di dalam surah manakah perintah untuk bershalawat kepada Rasulullah saw?
Jawab: Surah al-Ahzab ayat 56

" wahai tuhan ku, aku tak layak kesyurgamu ...namun tak pula aku sanggup keNerakamu.. .......,kami lah hamba yang mengharap belas darimu ........Ya Allah jadikan lah kami
hamba2 mu yang bertaqwa..... .ampunkan dosa2 kami, kedua ibubapa kami, dosa semua umat2 islam yang masih hidup mahupun yang telah meninggal dunia

Indahnya Ramadhan...ahlan wasahlan ya Ramadhan  

Posted by: aini-mawaddah

الحمد لله وحده والصلاة والسلام على من لا نبي بعده، أما بعد
Tamu agung itu sebentar lagi akan tiba, sudah siapkah kita untuk menyambutnya? Bisa jadi inilah Ramadhan terakhir kita sebelum menghadap kepada Yang Maha Kuasa. Betapa banyak orang-orang yang pada tahun kemarin masih berpuasa bersama kita, melakukan shalat tarawih dan idul fitri di samping kita, namun ternyata sudah mendahului kita dan sekarang mereka telah berbaring di ‘peristirahatan umum’ ditemani hewan-hewan tanah. Kapankah datang giliran kita?
Dalam dua buah hadits, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menggambarkan kondisi dua golongan yang saling bertolak belakang kondisi mereka dalam berpuasa dan melewati bulan Ramadhan:
Golongan pertama digambarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya:


من صام رمضان إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه

“ Barang siapa yang berpuasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharapkan pahala, maka akan dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Golongan kedua digambarkan oleh beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya:

رب صائم حظه من صيامه الجوع والعطش

“Betapa banyak orang berpuasa yang hanya memetik lapar dan dahaga.” (HR. Ibnu Majah), al-Hakim dan dia menshahihkannya. Al-Albani berkata: “Hasan Shahih.”

Akan termasuk golongan manakah kita? Hal itu tergantung dengan usaha kita dan taufik dari Allah ta’ala.

Bulan Ramadhan merupakan momentum agung dari ladang-ladang yang sarat dengan keistimewaan, satu masa yang menjadi media kompetisi bagi para pelaku kebaikan dan orang-orang mulia.
Oleh sebab itu, para ulama telah menggariskan beberapa kiat dalam menyongsong musim-musim limpahan kebaikan semacam ini, supaya kita turut merasakan nikmatnya bulan suci ini.

Kiat Pertama: Bertawakal kepada Allah Ta’ala
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menjelaskan, “Dalam menyambut kedatangan musim-musim ibadah, seorang hamba sangat membutuhkan bimbingan, bantuan dan taufik dari Allah ta’ala. Cara meraih itu semua adalah dengan bertawakal kepada-Nya.”
Oleh karena itu, salah satu teladan dari ulama salaf -sebagaimana yang dikisahkan Mu’alla bin al-Fadhl- bahwa mereka berdoa kepada Allah dan memohon pada-Nya sejak enam bulan sebelum Ramadhan tiba agar dapat menjumpai bulan mulia ini dan memudahkan mereka untuk beribadah di dalamnya. Sikap ini merupakan salah satu perwujudan tawakal kepada Allah.
Ibnu Taimiyah menambahkan, bahwa seseorang yang ingin melakukan suatu amalan, dia berkepentingan dengan beberapa hal yang bersangkutan dengan sebelum beramal, ketika beramal dan setelah beramal:

a. Adapun perkara yang dibutuhkan sebelum beramal adalah menunjukkan sikap tawakal kepada Allah dan semata-mata berharap kepada-Nya agar menolong dan meluruskan amalannya. Ibnul Qayyim memaparkan bahwa para ulama telah bersepakat bahwa salah satu indikasi taufik Allah kepada hamba-Nya adalah pertolongan-Nya kepada hamba-Nya. Sebaliknya, salah satu ciri kenistaan seorang hamba adalah kebergantungannya kepada kemampuan diri sendiri.
Menghadirkan rasa tawakal kepada Allah adalah merupakan suatu hal yang paling penting untuk menyongsong musim-musim ibadah semacam ini; untuk menumbuhkan rasa lemah, tidak berdaya dan tidak akan mampu menunaikan ibadah dengan sempurna, melainkan semata dengan taufik dari Allah. Selanjutnya kita juga harus berdoa kepada Allah agar dipertemukan dengan bulan Ramadhan dan supaya Allah membantu kita dalam beramal di dalamnya. Ini semua merupakan amalan yang paling agung yang dapat mendatangkan taufik Allah dalam menjalani bulan Ramadhan.
Kita amat perlu untuk senantiasa memohon pertolongan Allah ketika akan beramal karena kita adalah manusia yang disifati oleh Allah ta’ala sebagai makhluk yang lemah:

وخلق الإنسان ضعيفا
“Dan manusia dijadikan bersifat lemah.” (QS. An-Nisa: 28)


Jika kita bertawakal kepada Allah dan memohon kepada-Nya, niscaya Dia akan memberi taufik-Nya pada kita.
b. Di saat mengerjakan amalan ibadah, poin yang perlu diperhatikan seorang hamba adalah: ikhlas dan mengikuti petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dua hal inilah yang merupakan dua syarat diterimanya suatu amalan di sisi Allah. Banyak ayat dan hadits yang menegaskan hal ini. Di antaranya: Firman Allah ta’ala,

وما أمروا إلا ليعبدوا الله مخلصين له الدين
“Padahal mereka tidaklah diperintahkan melainkan supaya beribadah kepada Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya.” (QS. Al-Bayyinah: 5)


Dan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:
من عمل عملا ليس عليه أمرنا فهو رد
“Barang siapa yang mengamalkan suatu amalan yang tidak ada perintahnya dari kami maka amalan itu akan tertolak.” (HR. Muslim)


c. Usai beramal, seorang hamba membutuhkan untuk memperbanyak istigfar atas kurang sempurnanya ia dalam beramal, dan juga butuh untuk memperbanyak hamdalah (pujian) kepada Allah Yang telah memberinya taufik sehingga bisa beramal. Apabila seorang hamba bisa mengombinasikan antara hamdalah dan istigfar, maka dengan izin Allah ta’ala, amalan tersebut akan diterima oleh-Nya.
Hal ini perlu diperhatikan betul-betul, karena setan senantiasa mengintai manusia sampai detik akhir setelah selesai amal sekalipun! Makhluk ini mulai menghias-hiasi amalannya sambil membisikkan, “Hai fulan, kau telah berbuat begini dan begitu… Kau telah berpuasa Ramadhan… Kau telah shalat malam di bulan suci… Kau telah menunaikan amalan ini dan itu dengan sempurna…” Dan terus menghias-hiasinya terhadap seluruh amalan yang telah dilakukan sehingga tumbuhlah rasa ‘ujub (sombong dan takjub kepada diri sendiri) yang menghantarkannya ke dalam lembah kehinaan. Juga akan berakibat terkikisnya rasa rendah diri dan rasa tunduk kepada Allah ta’ala.
Seharusnya kita tidak terjebak dalam perangkap ‘ujub; pasalnya, orang yang merasa silau dengan dirinya sendiri (bisa begini dan begitu) serta silau dengan amalannya berarti dia telah menunjukkan kenistaan, kehinaan dan kekurangan diri serta amalannya.
Hati-hati dengan tipu daya setan yang telah bersumpah:


فبما أغويتني لأقعدن لهم صراطك المستقيم. ثم لآتينهم من بين أيديهم ومن خلفهم وعن أيمانهم وعن شمائلهم
“Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka (para manusia) dari jalan-Mu yang lurus. Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka.” (QS. Al-A’raf: 16-17)

Kiat Kedua: Bertaubat Sebelum Ramadhan Tiba
Banyak sekali dalil yang memerintahkan seorang hamba untuk bertaubat, di antaranya: firman Allah ta’ala:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحاً عَسَى رَبُّكُمْ أَنْ يُكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ
“Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Rabb kamu akan menghapuskan kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai.” (QS. At Tahrim: 8)

Kita diperintahkan untuk senantiasa bertaubat, karena tidak ada seorang pun di antara kita yang terbebas dari dosa-dosa. Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan,

كل بنى آدم خطاء وخير الخطائين التوابون
“Setiap keturunan Adam itu banyak melakukan dosa dan sebaik-baik orang yang berdosa adalah yang bertaubat.” (HR. Tirmidzi dan dihasankan isnadnya oleh Syaikh Salim Al Hilal)


Dosa hanya akan mengasingkan seorang hamba dari taufik Allah, sehingga dia tidak kuasa untuk beramal saleh, ini semua hanya merupakan sebagian kecil dari segudang dampak buruk dosa dan maksiat (lihat Dampak-Dampak dari Maksiat dalam kitab Ad-Daa’ Wa Ad-Dawaa’ karya Ibnul Qayyim, dan Adz-Dzunub Wa Qubhu Aatsaariha ‘Ala Al-Afrad Wa Asy-Syu’ub karya Muhammad bin Ahmad Sayyid Ahmad hal: 42-48). Apabila ternyata hamba mau bertaubat kepada Allah ta’ala, maka prahara itu akan sirna dan Allah akan menganugerahi taufik kepadanya kembali.

Taubat nasuha atau taubat yang sebenar-benarnya hakikatnya adalah: bertaubat kepada Allah dari seluruh jenis dosa. Imam Nawawi menjabarkan: Taubat yang sempurna adalah taubat yang memenuhi empat syarat:
Meninggalkan maksiat.

1.Menyesali kemaksiatan yang telah ia perbuat.
2.Bertekad bulat untuk tidak mengulangi maksiat itu selama-lamanya.
3.Seandainya maksiat itu berkaitan dengan hak orang lain, maka dia harus mengembalikan hak itu kepadanya, atau memohon maaf darinya (Lihat: Riyaadhush Shaalihiin, karya Imam an-Nawawi hal: 37-38)
Ada suatu kesalahan yang harus diwaspadai: sebagian orang terkadang betul-betul ingin bertaubat dan bertekad bulat untuk tidak berbuat maksiat, namun hanya di bulan Ramadhan saja, setelah bulan suci ini berlalu dia kembali berbuat maksiat. Sebagaimana taubatnya para artis yang ramai-ramai berjilbab di bulan Ramadhan, namun setelah itu kembali ‘pamer aurat’ sehabis idul fitri.
Ini merupakan suatu bentuk kejahilan. Seharusnya, tekad bulat untuk tidak mengulangi perbuatan dosa dan berlepas diri dari maksiat, harus tetap menyala baik di dalam Ramadhan maupun di bulan-bulan sesudahnya.
Kiat Ketiga: Membentengi Puasa Kita dari Faktor-Faktor yang Mengurangi Keutuhan Pahalanya
Sisi lain yang harus mendapatkan porsi perhatian spesial, bagaimana kita berusaha membentengi puasa kita dari faktor-faktor yang mengurangi keutuhan pahalanya. Seperti menggunjing dan berdusta. Dua penyakit ini berkategori bahaya tinggi, dan sedikit sekali orang yang selamat dari ancamannya
.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan:
من لم يدع قول الزور والعمل به فليس لله حاجة في أن يدع طعامه وشرابه
“Barang siapa yang tidak meninggalkan kata-kata dusta dan perbuatannya, maka niscaya Allah tidak akan membutuhkan penahanan dirinya dari makanan dan minuman (tidak membutuhkan puasanya).” (HR. Bukhari)
Jabir bin Abdullah menyampaikan
petuanya:

“Seandainya kamu berpuasa maka hendaknya pendengaranmuا penglihatanmu dan lisanmu turut berpuasa dari dusta dan hal-hal haram dan janganlah kamu menyakiti tetangga. Bersikap tenang dan berwibawalah di hari puasamu. Janganlah kamu jadikan hari puasamu dan hari tidak berpuasamu sama.” (Lathaa’if al-Ma’arif, karya Ibnu Rajab al-Hambali, hal: 292)

Orang yang menahan lisannya dari ghibah dan matanya dari memandang hal-hal yang haram ketika berpuasa Ramadhan tanpa mengiringinya dengan amalan-amalan sunnah, lebih baik daripada orang yang berpuasa plus menghidupkan amalan-amalan sunnah, namun dia tidak berhenti dari dua budaya buruk tadi! Inilah realita mayoritas masyarakat; ketaatan yang bercampur dengan kemaksiatan.

Umar bin Abdul ‘Aziz pernah ditanya tentang arti takwa, “Takwa adalah menjalankan kewajiban dan meninggalkan perbuatan haram”, jawab beliau. Para ulama menegaskan, “Inilah ketakwaan yang sejati. Adapun mencampur adukkan antara ketaatan dan kemaksiatan, maka ini tidak masuk dalam bingkai takwa, meski dibarengi dengan amalan-amalan sunnah.”
Oleh sebab itu para ulama merasa heran terhadap sosok yang menahan diri (berpuasa) dari hal-hal yang mubah, tapi masih tetap gemar terhadap dosa.


Ibnu Rajab al-Hambali bertutur, “Kewajiban orang yang berpuasa adalah menahan diri dari hal-hal mubah dan hal-hal yang terlarang. Mengekang diri dari makanan, minuman dan jima’ (hubungan suami istri), ini sebenarnya hanya sekedar menahan diri dari hal-hal mubah yang diperbolehkan. Sementara itu ada hal-hal terlarang yang tidak boleh kita langgar baik di bulan Ramadhan maupun di bulan lainnya. Di bulan suci ini tentunya larangan tersebut menjadi lebih tegas. Maka sungguh sangat mengherankan kondisi orang yang berpuasa (menahan diri) dari hal-hal yang pada dasarnya diperbolehkan seperti makan dan minum, kemudian dia tidak berpuasa (menahan diri) dan tidak berpaling dari perbuatan-perbuatan yang diharamkan di sepanjang zaman seperti ghibah, mengadu domba, mencaci, mencela, mengumpat dan lain-lain. Semua ini merontokkan ganjaran puasa.”

Magnet cinta ALLAH  

Posted by: aini-mawaddah


Tanda cinta kepada Allah


Ramai manusia yang mengaku mencintai Allah tetapi kebanyakan kata-kata mereka tidak melepasi kerongkong-kerongkong mereka. Cinta itu ada tandanya untuk dikenal pasti yang manakah cinta palsu dan yang manakah cinta yang hakiki.

Ketahuilah cinta itu seperti magnet yang akan menarik kekasih kepada kekasihnya. Orang yang mencintai seseorang akan suka bertemu dengan kekasihnya. Orang yang kasihkan Allah tidak merasa berat untuk bermusafir dari tanah airnya untuk tinggal bersama Kekasihnya menikmati nikmat pertemuan denganNya.

Rasulullah SAW bersabda: “Sesiapa yang suka bertemu Allah, maka Allah suka bertemu dengannya.” Sebahagian salaf berkata: “Tidak ada suatu perkara yang lebih disukai Allah pada seseorang hamba selepas hamba tersebut suka untuk bertemu dengan-Nya daripada banyak sujud kepada-Nya, maka dia mendahulukan kesukaannya bertemu Allah dengan memperbanyakkan sujud kepada-Nya.”

Sufyan al Thauri dan Bisyr al Hafi berkata: “Tidak membenci kematian melainkan orang yang ragu dengan tuhannya kerana kekasih itu pada setiap masa dan keadaan tidak membenci untuk bertemu dengan kekasihnya.

Allah SWT berfirman:

Maka cita-citakanlah mati (supaya kamu dimatikan sekarang juga), jika betul kamu orang-orang yang benar. (al-Baqarah: 94)

Seseorang itu tidak suka kepada kematian kadang kala disebabkan kecintaannya kepada dunia, sedih untuk berpisah dari keluarga, harta dan anak-anaknya. Ini menafikan kesempurnaan kasihnya kepada Allah kerana kecintaan yang sempurna akan menenggelamkan seluruh hatinya.

Namun, ada kalanya seseorang itu tidak suka kepada kematian ketika berada pada permulaan makam Mahabbatullah. Dia bukan membenci kematian tetapi tidak mahu saat itu dipercepatkan sebelum dia benar-benar bersedia untuk bertemu dengan Kekasihnya. Maka dia akan berusaha keras bagi menyiapkan segala kelengkapan dan bekalan sebelum menjelangnya saat tersebut. Keadaan ini tidak menunjukkan kekurangan kecintaannya.

Orang yang mencintai Allah sentiasa mengutamakan apa yang disukai Allah daripada kesukaannya zahir dan batin. Maka dia akan sentiasa merindui amal yang akan mendekatkannya kepada Kekasihnya dan menjauhkan diri daripada mengikut nafsunya.

Orang yang mengikut nafsunya adalah orang yang menjadikan nafsu sebagai tawanan dan kekasihnya, sedangkan orang yang mencintai Allah meninggalkan kehendak diri dan nafsunya kerana kehendak Kekasihnya.

Bahkan, apabila kecintaan kepada Allah telah dominan dalam diri seseorang, dia tidak akan lagi merasa seronok dengan selain Kekasihnya. Sebagaimana diceritakan, bahawa setelah Zulaikha beriman dan menikahi Nabi Yusuf a.s, maka dia sering bersendirian dan bersunyi-sunyian beribadat serta tidak begitu tertarik dengan Yusuf a.s sebagaimana sebelumnya.

Apabila Yusuf AS bertanya, maka dia berkata: “Wahai Yusuf! Aku mencintai kamu sebelum aku mengenali-Nya. Tetapi setelah aku mengenali-Nya, tidak ada lagi kecintaan kepada selainNya, dan aku tidak mahu sebarang gantian”. (Ihya’ Ulumiddin, Imam al Ghazali Jilid 5 H: 225)

Kecintaan kepada Allah merupakan sebab Allah mencintainya. Apabila Allah telah mengasihinya, maka Allah akan melindunginya dan membantunya menghadapi musuh-musuhnya. Musuh manusia itu ialah nafsunya sendiri.

Maka Allah tidak akan mengecewakannya dan menyerahkannya kepada nafsu dan syahwatnya. Oleh yang demikian Allah berfirman:

Dan Allah lebih mengetahui berkenaan musuh-musuh kamu, (oleh itu awasilah angkara musuh kamu itu). Dan cukuplah Allah sebagai pengawal yang melindungi, dan cukuplah Allah sebagai Penolong (yang menyelamatkan kamu dari angkara mereka). (al-Nisa’: 45)

Orang yang mencintai Allah, lidahnya tidak pernah terlepas dari menyebut nama Kekasih-Nya dan Allah tidak pernah hilang dari hatinya. Tanda cinta kepada Allah, dia suka menyebut-Nya, suka membaca al Quran yang merupakan kalam-Nya, suka kepada Rasulullah SAW dan suka kepada apa yang dinisbahkan kepada-Nya.

Orang yang mencintai Allah kegembiraan dan keseronokannya bermunajat kepada Allah dan membaca Kitab-Nya. Dia melazimi solat tahajjud dan bersungguh-sungguh beribadah pada waktu malam yang sunyi dan tenang. Sesiapa yang merasakan tidur dan berbual-bual lebih lazat daripada bermunajat dengan Allah, bagaimanakah hendak dikatakan kecintaannya itu benar? Orang yang mencintai Allah tidak merasa tenang melainkan dengan Kekasihnya. Firman Allah:

(Iaitu) orang-orang yang beriman dan tenang tenteram hati mereka dengan zikrullah. Ketahuilah, dengan zikrullah itu, tenang tenteramlah hati manusia. (al Ra’d: 28)

Orang yang mencintai Allah tidak merasa sedih jika kehilangan sesuatu dari dunia ini tetapi amat sedih jika hatinya tidak lagi memiliki cinta kepada Allah. Besar kesalahan baginya jika ada saat-saat yang berlalu tidak diisi dengan zikrullah dan ketaatan kepadaNya, apatah lagi jika melakukan larangan Allah.

Orang yang mencintai Allah juga, merasa nikmat dan tidak berasa berat melakukan ketaatan. Dia tidak merasa ketaatan yang dilakukan semata-mata kerana tunduk dengan perintah-Nya tetapi dilakukan kerana kecintaan terhadap Kekasihnya. Imam al Junaid r.a berkata: “Tanda orang yang cintakan Allah, sentiasa bersemangat dan cergas melakukan amal ibadah dan hatinya tidak pernah lalai dan letih daripada mengingatiNya.”

Dia tidak pernah merasa sakit menghadapi cercaan orang-orang yang mencercanya kerana melaksanakan perintah Allah. Semua yang datang dari Kekasihnya sama ada suka atau duka diterima dengan hati yang gembira dan reda.

Orang yang telah mengenal dan mengecapi cinta Allah tidak akan tertarik dengan cinta yang lain. Itulah magnet cinta Allah. Alangkah ruginya orang yang hatinya tidak ingin mengenal cinta Allah, cinta yang hakiki dan sejati.
Bgitu indahnya jika cinta diserahkan pada ALLAH..Ya ALLAH...Ampunilah dosa diriku yg khilaf dan hina ini, ampunilah dosa kedua ibu bapa kami, keluarga kami, remaja kami, dan Umat Nabi Muhammad.. Ya Allah..ampunilah kami..kuatkanlah kami di jalanMU..
wallhua'lam..

keheningan pagi...menuju KOP...  

Posted by: aini-mawaddah




bismillah....alhamdulillah dan segala puji dan syukur dipanjatkan pd Allah dberi ksempatan waktu lapang pgi ini untuk bermonolog di teratak ini..mmg impian kalau bleh nk menulis kt cni tiap2 hari..tapi...mcm ni la...manusia yg lemah...mmg lemah sgt2 lgi2 dri segi pengurusan masa...kerja skolah pn ade yg stil tak dijenguk lgi...hehe...cuba juga la curi2 mase hari memandangkan pogram waktu pgi ni dah dcancelkan...ingat nk pegi bgi makanan kat ikan2 kt tasik..tpi..ade musyaqqah..so duk dpn laptop sat sbelum mneruskan agenda hari ini yg pasti bnyak ...hehe..

First and foremost, skalung ucapan tahniah dan terima kasih kepada kapten n asstnt kpten dnt kelas yg berjaya menganjurkan qiyam jamaei..terima ksih sgt2..first time dapat jalan ramai2 pegi kop waktu pgi ..sejuk yg teramat..pastu frst time juga la solat kat musola kop waktu pgi mcm tdi..mase jalan2 pegi kop tu sempat juga melihat ke arah bulan yg bercahaya menerangi perjalanan kami...subhanallah ...bgitu agung kekuasaanMU ya Allah..yg pasti akan merindui saat2 seperti ini lgi..mase dah nk sampai kop ( kuliyyah of Pharmacy ) tdi, ternampak pula seekor haiwan yg berlari2..kusangka kucing tpi sgt besar..larinya juga pantas...rupa2 nya...haiwan itu..nsib baik dia lari..kalau tak kami yg dikejarnya..hehe...

Agenda qiyam jamaei ini pertama kali buat sem ini...wlaupun ramai yg blik kmpung, alhamdulillah pogram stil bjalan ngan lancar..terima kasih Ya ALLAH..sungguh besar nikmatMU pd kami...akan kmi gunakan kekuatan yg dberikan utk berusaha menggapai redhaMU..seperti biasa qiyam kami dimulai dengan solat tahajjud, solat taubat, solat hajat dan seterusnya solat witir...kemudian trus kpd solat subuh...alhamdulillah..setelah selesai qiyam kami, pogram dteruskan dgn penyampai tazkirah oleh ustad syamil ( Batch leader kami)...pengisian dan input yg bnyak..terbekas di hati..dan semoga ape yg kami perolehi pagi ini akan segar di ingatan dan diaplikasikan dalam kehidupan seharian..insyaALLAH...:)

ayoh kite imbas blik pengisian yg diperolehi semasa kuliyah subuh tadi:
tapi minta maaf ye kawan2, mule2 tu pendengaran agak kurang so tak dpt tangkap pembukaan tazkirah tu..kalau tak silap mengenai kelebihan solat malam..n berusaha untuk bngun solat malam setiap hari...insyaAllah...

first skali: Tafsiran surah al mu'minun ( overview) dan refer blik al Quran n kitab tafsir untuk pnerangan lanjut :)
1. menekankan tentang ciri2 org yg beriman: org yg khusyuk dalam solat, menjauhkan diri dri perbuatan yg tak berguna, menunaikan zakat, memelihara kemaluannya dll.
2. balasan untuk org2 yg beriman: mewarisi syurga Firdausi..
3. Kejadian manusia.
4.Nikmat kejadian2 yg Allah ciptakan dan kurniakan: kejadian langit, air, tumbuh- tumbuhan , haiwan ternakan dll.
5. kisah nabi nuh : bgaimana Nabi Nuh menghadapi kaum yg tidak beriman termasuk isteri dan anaknya..

dan bnyk lgi....

seterusnya pengisian mngenai hidayah ( petunjuk Allah)
Petunjuk (hidayah ) mmg anugerah dri Allah..tpi kita sebagai hambanya boleh berusa berdoa dan meminta dri Allah supaya dikurniakan hidayah..kekuatan islam dan iman yg sempurna..menyahut seruan Allah dan menjadi pewaris nabi..menjadi daei di bumi ini...semoga kite tergolong dri golongan yg dkurniakan hidayah Allah ..same2 lah kite doakan agar hati ini sentiasa lunak dgn persaan cinta pd Allah..sentiasa mendekatkan diri pdNYA..

seperti dalam tazkirah tdi, hidayah ini tak dapat diwarisi even dri seorg ayah kepada seorg anak..cnthnya kisah nabi Nuh tdi..walaupun Nabi Nuh seorg nabi, namun anaknya stil mengingkari dan menolak agama Allah...besar kn dugaan itu?hmm...

mcm2 kisah yg pernah kite dgr tentang org yg mendapat hidayah dri Allah..dri seorg yg jahil agama..tpi apabila dianugerahkan hidayah pdnya..semua berubah...ke arah kebaikan ..subhanallah..hanya org yg pernah merasai nikmat itu akan merasa manisnya nikmat hidayah..tpi ingat, skali kita mndapat hidayah..jagelahnya dgn baik2..jgn biarkan nkmat itu Allah tarik kmbli.....

terima ksih batch leader di ats pengisian yg penuh hikmat tu ea..minta halal sgala ilmu n dishare kat cni...:)

setrusnya sebelum pogram berakhir, kapten dnt sempat berkongsi pengalaman n share pengisian yg dperoleh ketika solatjemaah kat masjid kat luar..rase mcm terketuk pintu hati dgn pengisian drinya. Menurut en. kapten

Masa untuk org yg beriman ade 4:
1. masa untuk munajat: berduaan dgn Allah, beribadat dan berdoa..mluahkan segala msalah..cnthnya dalam qiyam....nikmatnya mase tu...subhanallah..
2. masa utk muhasabah...
3. masa untuk melihat kjadian Alah..dgn kate name ln..bertafakkur...melihat kekuasaan Allah.
4. Masa utk menguruskan diri..

tpi kita bagaimanai; mase kite dhabiskan mcm mane? tepuk dada tnya iman...mari kite same2 muhasabah blik...

trima ksih kpd semua sahabat yg berjaya menjayakan pogram ini...jazakumullah khairan...

wallhua'lam...

Know your medicine

Detik yg kian Berlalu